Sosiologi, Pesantren Kajian Sosiologi pada Pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan
Kehidupan Sosial di Pesantren
Kata Kunci:
Sosiologi,media, politik, PesantrenAbstrak
Tulisan ini menganalisis pesantren sebagai sebuah sistem sosial menggunakan pendekatan teori struktural fungsional yang dikembangkan oleh Emile Durkheim. Pesantren dilihat sebagai sebuah komunitas dengan berbagai elemen yang memiliki fungsi tertentu dan saling mendukung untuk menjaga kelangsungan komunitas. Kiai atau mudir bertugas mempertahankan nilai-nilai inti, ustadz/ustadzah dan santri senior mengelola aktivitas sehari-hari, sedangkan santri junior berperan sebagai penerima pendidikan yang akan melanjutkan tradisi pesantren. Norma-norma seperti penghormatan kepada kiai dan disiplin terhadap aturan tidak hanya menjaga keteraturan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial. Kegiatan kolektif seperti gotong royong, tadarus Al-Qur’an, dan musyawarah menjadi media untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial di antara anggota pesantren. Dengan demikian, teori ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai sistem sosial yang terorganisir, di mana setiap individu memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan keharmonisan dan kesinambungan komunitas.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Fatihatul Hidayat, Syamsul Bakhri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
