Sosiologi, Pesantren Kajian Sosiologi pada Pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan

Kehidupan Sosial di Pesantren

Penulis

  • Fatihatul Hidayat UIN K. H Abdurrahman Wahid Pekalongan Jawa Tengah
  • Syamsul Bakhri UIN K. H Abdurrahman Wahid Pekalongan Jawa Tengah

Kata Kunci:

Sosiologi,media, politik, Pesantren

Abstrak

Tulisan ini menganalisis pesantren sebagai sebuah sistem sosial menggunakan pendekatan teori struktural fungsional yang dikembangkan oleh Emile Durkheim. Pesantren dilihat sebagai sebuah komunitas dengan berbagai elemen yang memiliki fungsi tertentu dan saling mendukung untuk menjaga kelangsungan komunitas. Kiai atau mudir bertugas mempertahankan nilai-nilai inti, ustadz/ustadzah dan santri senior mengelola aktivitas sehari-hari, sedangkan santri junior berperan sebagai penerima pendidikan yang akan melanjutkan tradisi pesantren. Norma-norma seperti penghormatan kepada kiai dan disiplin terhadap aturan tidak hanya menjaga keteraturan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial. Kegiatan kolektif seperti gotong royong, tadarus Al-Qur’an, dan musyawarah menjadi media untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial di antara anggota pesantren. Dengan demikian, teori ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai sistem sosial yang terorganisir, di mana setiap individu memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan keharmonisan dan kesinambungan komunitas.

Diterbitkan

2025-05-31

Cara Mengutip

Hidayat, F., & Bakhri, S. (2025). Sosiologi, Pesantren Kajian Sosiologi pada Pondok Pesantren IMBS Miftahul Ulum Pekajangan: Kehidupan Sosial di Pesantren . AL-FATTĀH: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 1(02). Diambil dari https://journal.stai-almujtama.ac.id/index.php/al-fattah/article/view/130

Terbitan

Bagian

Artikel