ANALISIS DAMPAK SOSIAL KEBANGKRUTAN PT SRITEX TERHADAP KARYAWAN DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini membahas kasus dampak sosial kebangkrutan PT Sritex terhadap karyawan dan masyarakat sekitar. Karena bekerja dianggap sebagai bentuk ibadah dan kontribusi sosial dalam Islam, kehilangan pekerjaan berdampak pada spiritual dan psikologis. Ribuan pekerja kehilangan sumber pendapatan karena kebangkrutan PT Sritex, yang meningkatkan perekonomian dan meningkatkan tingkat kemiskinan dan kemiskinan di wilayah Sukoharjo. Selain itu, analisis berdasarkan prinsip ihsan menunjukkan bahwa perlakuan manusiawi, dukungan reintegrasi ke pasar kerja, pelatihan keterampilan baru, dan pendampingan psikososial sangat penting bagi karyawan yang terkena dampak PHK. Mereka juga mengalami stres, kecemasan, dan penurunan kesehatan mental. Islam mengajarkan perlakuan adil dan baik kepada pekerja, termasuk dalam situasi krisis. Hak-hak pekerja seperti gaji dan pesangon harus diprioritaskan dalam proses kepailitan dalam hukum Indonesia. Selain itu, kebangkrutan PT Sritex berdampak pada industri tekstil dan kreditor, yang menghadapi bahaya keuangan sebagai akibat dari proses likuidasi. Artikel ini merekomendasikan perlunya sinergi antara prinsip Islam dan regulasi nasional guna memastikan perlindungan optimal bagi karyawan dan masyarakat terdampak kebangkrutan perusahaan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.