Konsep Al -Baiyyinah Dan Implikasinya Terhadap Amal Perbuatan Manusia (Qs Al-Baiyyinah Ayat 1-8) Serta Zihar Dalam Qs Al-Mujadillah Ayat 1-4 Perspektif Tafsir Maqashid
DOI:
https://doi.org/10.54625/elf.v12i02.8427Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Al-Bayyinah dalam QS. Al-Bayyinah (98): 1-8 dan konsep Zihar dalam QS. Al-Mujadilah (58): 1-4, serta mengeksplorasi implikasi keduanya terhadap dinamika amal perbuatan manusia melalui kacamata Tafsir Maqashid (tujuan syariat). Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dengan metode analisis-deskriptif yang berbasis pada pendekatan intertekstual kitab-kitab tafsir kontemporer dan klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Maqashid al-Syariah, QS. Al-Bayyinah berfokus pada dimensi Hifzh ad-Din (memelihara agama) dan Hifzh al-’Aql (memelihara akal) melalui penegasan bahwa setiap amal saleh harus didasarkan pada ilmu dan bukti yang nyata (bayyinah) demi menggapai rida Allah. Sementara itu, QS. Al-Mujadilah ayat 1-4 mereformasi tradisi zihar zaman Jahiliyah sebagai upaya manifestasi Hifzh an-Nasl (memelihara keturunan/keluarga) dan Hifzh an-Nafs (memelihara jiwa) guna melindungi hak-hak perempuan dalam institusi pernikahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua konsep tersebut mengimplikasikan pentingnya rekonstruksi amal perbuatan manusia, baik dalam ranah teologis-spiritual (keikhlasan beramal) maupun sosial-domestik (tanggung jawab lisan dan sanksi kafarat), demi mewujudkan kemaslahatan (maslahah) yang berkeadilan di dunia dan akhirat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Nurfarida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





