Pengaruh Frekuensi Aktivitas Bercerita terhadap Kemampuan Menyimak Anak Usia Dini di Kelompok Bermain Salsabila 5 Purworejo

Isi Artikel Utama

Susi Hendarti

Abstrak

Penelitian ini mengkaji pengaruh frekuensi aktivitas bercerita terhadap kemampuan menyimak anak usia dini (2–4 tahun) di Kelompok Bermain Salsabila 5 Purworejo. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui triangulasi teknik pengumpulan data yang mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini melibatkan 25 peserta didik. Temuan menunjukkan bahwa anak yang terpapar aktivitas bercerita dengan frekuensi tinggi (lima sesi atau lebih per minggu) memperlihatkan kekayaan kosakata yang jauh lebih baik, rentang perhatian yang lebih lama, serta pemahaman narasi yang meningkat dibandingkan kelompok frekuensi rendah. Tiga pola dominan ditemukan: (1) kesadaran fonologis berkembang melalui struktur cerita yang berulang; (2) pemahaman pragmatis meningkat melalui sesi bercerita interaktif berbasis tanya-jawab; dan (3) keterlibatan emosional berkorelasi positif dengan retensi menyimak. Hasil ini menegaskan peran krusial bercerita yang sistematis dan sering dalam menopang akuisisi bahasa selama jendela perkembangan sensitif usia 2–4 tahun. Implikasi pedagogis bagi pendidik anak usia dini dan perancang kurikulum dibahas dengan penekanan khusus pada integrasi rutinitas bercerita terstruktur dalam program pembelajaran harian.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Hendarti, S. (2026). Pengaruh Frekuensi Aktivitas Bercerita terhadap Kemampuan Menyimak Anak Usia Dini di Kelompok Bermain Salsabila 5 Purworejo. ABATATSA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(01). https://doi.org/10.54625/abts.v3i01.8390
Bagian
Artikel